Pekerjaan yang sama, rumah yang sama, bertemu dengan orang-orang yang sama, rutinitas yang sama. Setiap hari sama.. Sebelumya, seringkali kita berpikir, Kehidupanku begitu rutin. Aku hanya bangun, bekerja, pulang. Aku melakukan hal yang sama dari hari ke hari. Tidak ada yang istimewa dalam hidupku. Hidup yang membosankan.
Jika saja aku mempunyai pekerjaan dan karir yang bagus,aku akan semangat bekerja. Jika saja aku mempunyai keluarga yang hangat, aku akan bersemangat tinggal di rumah. Jika saja aku mempunyai banyak uang, aku akan bisa berpergian kemana saja dan membeli apa saja yang aku inginkan, dan pasti hidupku akan lebih menyenangkan. Jika saja aku…
Begitu banyak pengandaian di pikiran kita yang kita pikir itu akan membuat hidup kita lebih bergairah dan semangat untuk menjalaninya. Kenyataannya, sebagian besar kehidupan kita bersifat rutin. Jika hari ini kita merasa bosan dengan hidup kita, berarti kita tidak menikmati kehidupan kita. Mulailah bersyukur atas apa yang Tuhan telah berikan pada kita. Itu adalah langkah pertama untuk melihat segala sesuatu menjadi lebih baik.
Kita mungkin tidak memiliki pekerjaan dan karir yang bagus, tapi itu bukan alasan untuk kita mengeluh. Mulailah bersyukur kepada Tuhan karena kita memiliki pekerjaan, sementara banyak orang menginginkan pekerjaan. Kita mungkin tidak mempunyai keluarga yang hangat, tapi itu bukan alasan untuk mengeluh. Mulailah bersyukur kepada Tuhan bahwa kita masih memiliki keluarga, sementara ada banyak orang hidup tanpa keluarga. Mengapa tidak kita sendiri yang menciptakan suasana hangat itu? Kita mungkin tidak mempunyai uang yang banyak, yang kita pikir itu bisa membuat bahagia. Mulailah bersyukur kepada Tuhan bahwa kita masih bisa hidup meski tidak berkelimpahan, sementara banyak orang yang hidupnya lebih sukar dari kita.
Bayangkanlah seandainya semua itu tiba-tiba diambil dari kita. Pekerjaan kita, keluarga kita, pasti kita akan merindukan hal-hal dimana kita masih bekerja, bersama orang kita kasihi, kita akan rindu untuk kembali dimana kita berada saat ini. Oleh karena itu, jangan menunggu sampai sesuatu hilang atau diambil sebelum kita benar-benar menghargai apa yang kita miliki saat ini. Mengapa harus menunggu kita menjadi kaya, memiliki pekerjaan yang bagus untuk menikmati hidup ini? Mengapa kita tidak memutuskannya sekarang, bahagia dan nikmati hidup ini sekarang juga!
Jika kita ingin memiliki hidup yang bergairah, lakukanlah segala sesuatu dengan sepenuh hati. Hasil tersebut tidak hanya akan memberi pengaruh kepada kita, tetapi juga orang-orang disekitar kita.
Bagi sebagian besar orang, hari Sabtu adalah hari tersantai bekerja. Tapi tidak bagi saya. Bagi saya, hari Sabtu adalah hari tersibuk di kantor, karena dengan jam kerja yang lebih pendek dari hari kerja lainnya, saya harus menyelesaikan banyak hal di hari Sabtu. Sabtu pekan lalu, rekan kerja saya tidak masuk. Pagi itu saya berpikir betapa repotnya saya hari ini, karena saya harus menyelesaikan pekerjaan saya sekaligus menyelesaikan pekerjaan rekan saya juga. Tapi pagi itu juga saya memutuskan, daripada saya bekerja dengan wajah cemberut sepanjang siang itu, saya memutuskan bekerja dengan sukacita. Dan hasilnya, saya enjoy mengerjakan tugas saya hari itu meskipun menumpuk.
Joel Osteen dalam bukunya Your Best Life Now, menyatakan bahwa jika anda ingin mengubah kehidupan anda, anda perlu mengubah gambaran yang sedang anda lukis dalam pikiran anda. Jadi, jika kita ingin hidup kita menjadi bergairah, kita harus menghilangkan pikiran bahwa hidup kita membosankan, kita harus berpikir bahwa hidup ini menggairahkan. Demikian juga dengan hidup ini, jika kita mau menikmati hidup ini, itu semua tergantung keputusan kita, kitalah yang harus membuat keputusan itu.
Untuk memiliki hidup yang bergairah, kita juga perlu menyadari bahwa setiap kita adalah pribadi yang unik dan berharga, dimana Tuhan mempunyai sesuatu yang istimewa untuk setiap kita.Belajarlah untuk menikmati apa yang sudah Tuhan berikan untuk hidup kita. Dan libatkan Tuhan dalam hidup kita dan apapun yang kita kerjakan, Dia akan memberikan damai sejahtera dalam hati kita serta membuat kita tetap bergairah dalam menjalani hidup, dan menolong kita untuk menikmati setiap hari dari kehidupan kita, walaupun keadaan kita tidak memungkinkannya. Dengan menghargai setiap hari dalam kehidupan yang sudah Tuhan berikan, pasti Dia akan membuat setiap hari menjadi berarti.
Enjoy your life and make everything is exciting with God!!
Minggu, 01 November 2009
Minggu, 25 Oktober 2009
I’m Single and I’m Happy
I’m Single and I’m Happy
Hmm...sebenarnya ide menulis topik ini dari dulu sudah ada dalam pikiran saya tapi belum sempat, sampai suatu saat, tiba-tiba sahabat saya tantangin saya untuk nulis topik ini, kok kebetulan, hmm jadilah tulisan ini. Hehehe...
Sebelumnya aku pernah melewati masa-masa “depresi” dimana saya merasa sangat “lonely” setelah putus, begitu sedih saat satu persatu teman-temanku mulai menikah, saat mama dan kakakku mulai bertanya-tanya, “Kapan mel? Ayo cepetan..” , saat aku menyadari usiaku yang semakin bertambah.. Sampai suatu ketika aku menyadari, bahwa Tuhan mempunyai rencana yang terbaik buat aku. Dia lebih tahu orang yang tepat untuk aku, dan saat yang tepat untuk aku.
Masa Single Adalah Sebuah Karunia dari Tuhan
Jika saat ini anda masih single atau belum mempunyai pasangan, saya ingin mengajak anda memandang masa ini sebagai suatu masa yang istimewa dari kehidupan kita, suatu karunia dari Tuhan. Sebagian besar dari kita pasti tidak mau menjadi single seumur hidup, pastilah kita memimpikan suatu pernikahan yang indah. Namun, masa single adalah masa yang harus kita lewati untuk menuju kearah tersebut. Tuhan tidak memberikan masa single ini sebagai hukuman buat kita, tapi Ia menciptakan masa single ini untuk memberikan kita kesempatan untuk menikmati masa single ini, bukan hanya untuk sekedar kita lewati begitu saja.
Suatu hari seorang teman mengirim sms, dia mengatakan enaknya kalau punya pacar, pasti gak akan kesepian seperti ini. Dulu saya juga mempunyai pemikiran yang sama seperti yang dia katakan saat itu. Tapi waktu saya menjalani hubungan yang terakhir dengan pacar saya, setelah putus saya menyadari bahwa pemikiran itu salah!! Punya pacar tidak akan membuat kita lebih bahagia, kalau kita tidak pernah puas dengan diri kita sendiri, jika kita tidk pernah bahagia dengan diri kita sendiri, jika kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri. Karena sumber kebahagian kita bukan terletak pada orang lain, bukan karena suasana disekitar kita.
Hmmm contohnya, dulu waktu saya punya pacar, saya juga sering merasa kesepian tuh kalau dia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Kalau dia gak sms atau telpon, saya ngambek.. “Kok gak sms sih, kok gak telpon sih? Kok aku gak diperhatiin sih? , Kamu kok gak seperti dulu lagi sih? Hahahaha… childish banget deh!!! Baru nyadar setelah putus,hehehe...
Sampai akhirnya saya menyadari bahwa Tuhan mengijinkan saya melewati semua ini karena Dia ingin saya belajar sesuatu. Belajar mengasihi diri saya sendiri, belajar menemukan diri saya sendiri dan lebih mengenal diri saya sendiri lewat masa single ini. Mengasihi diri sendiri berarti kita harus mengenal siapa kita, mengapa dan untuk apa kita ada di dunia, serta mampu menerima keberadaan diri sendiri. Kalau kita belum bisa mengasihi diri sendiri dan Tuhan, bagaimana kita bisa mengasihi pasangan kita? Misalnya begini, kita tidak puas dengan keberadaan kita, kita kecewa dengan hidup kita, atau kita pingin punya pacar karena alasan yang “gak dewasa”, kita pingin punya pacar karena supaya tidak kesepian, ada yang perhatiin kita, ada yang bisa nemenin jalan-jalan. Lalu suatu saat kita bertemu dengan seseorang yang penuh percaya diri, hidup terencana, kemudian kita menikah. Yang terjadi kemudian, saya menuntut pasangan saya untuk terus-menerus mengisi kekosongan hidup saya, pernikahan tersebut terjadi karena sebenarnya saya mencari orang lain untuk mengisi kekosongan dalam hidup saya. Atau yang lebih parah, ketika kedua-duanya belum siap, maka dalam pernikahan akan terjadi kehampaan dan menjadi sumber masalah.
Masa single bukanlah hal yang menakutkan atau akan membuat kita kesepian. Masa single adalah masa dimana kita bisa belajar dengan sepenuh hati, belajar mengenal siapa diri kita sesungguhnya, dan mengerti maksud Tuhan untuk diri kita. God is love, dan Dia ingin selalu agar kita saling mengasihi. Untuk bisa mengasihi pasangan kita, terlebih dahulu harus bisa mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri berarti tidak egois atau self-centered. Saya merasa disinilah saya dibentuk Tuhan, belajar menjadi “dewasa”, setelah melewati perjalanan panjaaang dan lama dengan mantan saya. Putus dan menjadi single, saya belajar banyak hal... Kadang Tuhan mengijinkan kita bertemu dengan orang yang salah sebelum kita bertemu dengan orang tepat, atau sebenarnya kita sudah bertemu dengan orang yang tepat, namun saatnya kurang tepat, Tuhan melihat masih banyak hal yang harus diubah dalam diri kita berdua, dan Tuhan ijinkan kita putus karena lewat itulah kita belajar sesuatu dan Tuhan mau memproses karakter kita melalui orang itu. Dulu saya pernah mengalami masa2 sedih itu, tapi sekarang saya bersyukur Tuhan ijinkan saya melewati semua ini. Apapun penyebabnya, masa single bukanlah untuk mengasihani diri sendiri.
Masa single adalah karunia, mari bersukacita didalamnya dan nikmati kesempatan yang ada hari ini. Kadang saya shopping bersama sahabat saya, tapi saat dia tidak bisa menemani saya, saya jadi terbiasa shopping sendiri, keluar makan pizza sendiri, dan yang terakhir mencoba nonton sendirian, hehehe… dan saya enjoy aja. Daripada kita terburu-buru memasuki pernikahan karena ketidaksabaran atau terdesak usia kita, kemudian menikah dengan orang yang salah, suatu hari kita akan memandang kembali masa single ini dengan penuh penyesalan, marilah kita bersukacita dan menggunakan masa single ini semaksimal mungkin. Marilah kita berlatih mempercayai Tuhan dengan segenap hati kita dan membiarkan Tuhan sendiri yang membuat perencanaan untuk kita.
Menunggu waktu Tuhan memerlukan kepercayaan dan kesabaran. Demikian juga dengan masa single ini, saat menunggu inilah saya jadi lebih bisa melihat bermacam-macam karakter orang lain, mendengar cerita teman-teman saya baik yang sedang menjalin hubungan berpacaran maupun yang sudah menikah, dan saya bisa belajar banyak dari mereka. Bahkan ada beberapa teman saya yang sering curhat dan mengatakan, kalau tahu gini mending ga nikah… Semua itu membuat saya seharusnya bersyukur dengan keadaan saya, dan menggunakan masa ini semaksimal mungkin untuk mendapat yang terbaik dari Tuhan. Kalau kita menginginkan yang terbaik dari Tuhan, kita juga harus belajar menjadi yang terbaik di hadapan Tuhan. Kalau kita ingin mendapat pasangan yang terbaik, kita juga harus belajar menjadi pasangan yang terbaik, belajar dari sekarang. Inilah saatnya, yang Tuhan ingin kita lakukan dalam masa single ini.
Masalah apakah kita akan melewati masa single ini dengan cepat atau tidak, itu urusan Tuhan. Yang pasti, percayalah Tuhan sudah menyediakan pasangan yang terbaik buat kita. Tuhan akan mempertemukan kita dengan pasangan kita jika masing-masing kita sudah siap, mungkin si cowok sudah siap, tapi Tuhan melihat si cewek belum siap, saat itulah Tuhan akan memproses kita lagi sampai keduanya siap. Saat Tuhan tahu bahwa kita siap untuk membuat komitmen yang bertanggung jawab, ia akan mempertemukan kita dengan orang yang tepat pada saat yang tepat. Kapan saat yang tepat? Hanya Tuhan yang tahu. Dia tahu yang terbaik!
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu haru depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya…” (Pengkotbah 3:11a)
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu; tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
( Matius 6:25,37)
So, enjoy yourself and enjoy your singleness….
Langganan:
Postingan (Atom)